Loading...

Baca Opini Selengkapnya


Pahlawan Dikenang Nilainya Dilupakan

Post By Admin : 2025-11-15 09:41:45

Beberapa hari yang lalu kita semua sudah mengenang hari pahlawan dengan upacara, unggahan, bahkan caption penuh semangat di media sosial. Tapi pertanyaannya, apakah kita benar-benar meneruskan jiwa dan kegigihan para pahlawan itu?

Karena mengenang tanpa meneladani hanya akan menjadi seremoni tanpa menghasilkan makna dan karya. Walaupun sejatinya pahlawan memang harus dikenang, kita tidak boleh melupakan jasa-jasa mereka yang rela berkorban demi kemerdekaan bangsa ini. Namun, jika kita terutama sebagai pemuda dan mahasiswa  tidak mampu mempertahankan semangat juang dalam kehidupan sekarang, maka sama artinya kita sedang perlahan dan secara harfiahnya kita sudah melupakan .

Mari coba kita refleksikan perjuangan para pahlawan nasional. Mereka tidak hidup di masa yang nyaman, tidak duduk di ruang ber-AC, dan tidak menulis status tentang “cinta tanah air” hanya untuk mendapat perhatian. Mereka bertarung dengan keringat, darah, dan disertai doa yang terus dipanjatkan. Sementara kita generasi hari ini, sering kali kalah oleh rasa malas dan gengsi seakan lebih didahulukan daripada menanamkan semangat perjuangan.

Kadang-kadang dalam pikiran terlintas, jangan-jangan kita ini cuma pewaris nama “merdeka”, tapi belum benar-benar mampu mengisi dan menghidupi arti makna sesungguhnya kemerdekaan itu sendiri. Kita bebas berbicara, tapi enggan berbuat. Kita bangga jadi mahasiswa, tapi jarang membaca. Kita mengeluh tentang situasi negeri saat ini, tapi stagnan di tempat apatis tidak mau bergerak memperbaiki. Padahal, pahlawan dulu tidak pernah menunggu sempurna untuk berjuang. Mereka memulai dari apa yang bisa dilakukan dan dengan memanfaatkan apa yang dimiliki. Harta, tahta, wanita mereka korbankan demi memcapai sebuah kebebasan yang terbungkus dalam makna kemerdekaan. Dalam benak fikiran para pahlawan, ingin segera membebaskan negeri ini dari belenggu, nestapa, dan penderitaan penjajahan.

Kita seyogyanya harus segera dan banyak mempelajari makna perjuangan yang tidak terletak pada orientasi hasil atau dampak yang besar, tapi tentang kesungguhan hati. Makna  “pahlawan” di masa kini tidak harus didefinisikan angkat senjata. Cukup dengan berbuat sesuatu yang bermanfaat sekecil apa pun bagi sesama, nusa dan bangsa itu sudah bisa dianggap seorang pahlawan. Semisal contoh sederhananya, ada seseorang yang menyelamatkan kakek buta mau menyebrang jalan, seandainya tidak diberikan bantuan si kakek bisa saja kecelakaan. Contoh sederhana tersebut sudah termasuk pahlawan kemanusiaan, sebab ada suatu pengorbanan yang seseorang tersebut korbankan yakni waktu dan kesempatan, demi membantu kakek buta mau nyebrang jalan raya.

Contoh lainnya semisal ada mahasiswa yang jujur di tengah budaya curang, itu juga sudah termasuk bentuk perjuangan. Membantu teman tanpa pamrih(bukan dalam ujian), itu bernilai kepahlawanan. Menulis gagasan untuk menginspirasi orang lain, itu bagian juga dari perjuangan.

Karena pahlawan bukan hanya mereka yang gugur di medan perang, tapi juga mereka yang tetap hidup untuk menyalakan harapan. Dan jika kita hari ini hanya mengenang tanpa meneladani, maka ingat kata pepatah, “Bangsa yang besar bukan hanya yang menghormati pahlawannya, tapi juga yang menyalakan kembali semangat juangnya di setiap generasi.” Akhinya semoga kita semua bisa terus memperingati dan mengenang jasa pahlawan bukan hanya dengan perayaan seremonial lebih dari itu, kita semua bisa meneladani semangat perjuangan, pengorbanan yang mereka sudah contohkan utamanya dalam perjuangan membawa negara indonesia tercinta menjadi negara merdeka bebas dari segala bentuk pekik peperangan.

Oleh; Abd. Kadir

Mahasiswa Stidkis Al-Mardliyyah